Rabu, Mei 28, 2008

Ketika suhu ruangan kurang dingin saat AC dinyalakan.

AC saat ini merupakan peralatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, mengingat dunia yang "semakin panas" saat ini. Namun seperti diketahui AC memerlukan daya listrik yang cukup banyak untuk dapat beroperasi/bekerja dengan baik. Berikut ini merupakan sedikit tips penggunaan peralatan AC yang saya kutip dari berbagai sumber:

  1. Perlu diingat pencucian atau maintenance unit AC sangat disarankan tiga bulan sekali untuk area yang berdebu dan empat bulan sekali untuk area yang tidak berdebu. Semakin berdebu area lebih disarankan sesering mungkin. Untuk filter unit disarankan sesering mungkin dibersihkan atau dicuci satu minggu sekali. Periksa seting temperature pada remote. Keadaan temperatur AC harus lebih rendah daripada temperatur ruang dengan perbedaan suhu ruang dan suhu luar ruangan delapan derajat celcius untuk standar normal kesehatan.
  2. Periksa mode operasinya, soft dry, cool, auto atau fan mode. Tujuan dari "soft dry" hanya untuk memidahkan kelembaban di ruangan bukan untuk pendinginan. Yakinkan bahwa keadaannya adalah "cooling mode" untuk pendinginan ruangan unit outdoor nyala. "Fan" untuk menyalakan kipasnya saja tanpa menghidupkan unit outdoor/kompresor.
  3. Periksa "fan mode". Jika Anda set kecepatan fan ke LOW/MED, maka AC tidak dapat melakukan proses pendinginan dengan baik. Jika Anda menginginkan udara yang dingin, silahkan set "cooling mode" lebih besar/tinggi.
  4. Periksa seting temperature pada remote. Keadaan temperatur AC harus lebih rendah daripada temperatur ruang dengan perbedaan suhu ruang dan suhu luar ruangan delapan derajat celcius untuk standar normal kesehatan.
  5. Periksa unit pipa pada outdoor kalau pipa besar berbunga es unit RAC (Room Air Conditioning) kotor disarankan untuk dicuci. Bila pipa kecilnya berbunga es maka unit RAC kurang freon (ada kebocoran freon) silahkan menghubungi Service Center/bengkel service AC terdekat.
  6. Kapasitas RAC bisa dihitung dengan rumus PxLx500= .....Btu P = Panjang, L = Lebar, 500 = Kebutuhan kalori yang dibutuhkan manusia. Atau PxLxTx225= ....Btu (225 adalah nilai pendekatan untuk menghitung Btu) Jika pemakaian RAC kapasitasnya terlalu kecil untuk ruangan yang besar maka suhu ruangan akan tinggi atau pendinginan ruangan tidak mencukupi.
  7. Daya yang ada dengan melihat MCB atau fuse yang terpasang (daya yang masuk kedalam rumah) AxVx0,9= ...Watt A= Ampere, V= Voltage, 0,9= Cos p (koefisiensi pemakaian).
  8. Voltage yang ada bisa dilihat dari sering tidaknya lampu redup. Untuk voltage yang ngedrop/turun disarankan untuk memakai stabiliser.
  9. Periksa kondisi unit outdoor. Jika penutup untuk udara dingin pada unit outdoor terhalangi, maka kompressor tidak akan dapat bekerja. Begitu pula jika ada penghalang di depan unit outdoor, penghisap udaranya akan menjadi terganggu. Usahakan adanya ruang antara dinding, langit-langit atap rumah, penghalang lainnya.
  10. Periksa udara panas yang keluar dari bagian dalam. Jika udara panas yang keluar masuk ke ruangan, maka temperature ruang akan menjadi turun. Silahkan sekat pembuangan udara panas yang masuk ke ruangan.
  11. Jika ada sinar matahari yang masuk ke ruangan secara langsung, silahkan disekat pada bagian tersebut. Bisa dengan gorden maupun filter kaca.
  12. Periksa kondisi unit outdoor. Jika penutup untuk udara dingin pada unit outdoor terhalangi, maka kompressor tidak akan dapat bekerja. Begitu pula jika ada penghalang di depan unit outdoor, penghisap udaranya akan menjadi terganggu. Usahakan adanya ruang antara dinding, langit-langit atap rumah atau penghalang lainnya.
  13. Periksa perbedaan/jarak indoor dan outdoornya. Panjang pipa (idealnya) = lima meter.
    · Jika terlalu panjang, maka kapasitasnya akan menurun.
    · Jika Anda ingin mengetahui bagaimana R-22 atau R 410A harus di charge ulang,
  14. Yang terpenting jika memang tidak diperlukan jangan digunakan! Itung-itung berhemat! selamat mencoba!

Rabu, Mei 21, 2008

CARA HEMAT BBM

  1. Jangan memanaskan mesin terlalu lama. Memanaskan mesin mobil, sebenarnya hanya membutuhkan waktu 3 menit saja. Atau, ketika jarum penunjuk suhu mesin sudah mulai bergerak. Itu berarti Anda sudah bisa menggunakan mobil.
  2. Jika Anda ingin melajukan mobil lebih cepat, setelah pedal gas ditekan sedikit, langsung saja pindahkan gigi ke posisi yang lebih tinggi. Jangan tunggu sampai putaran mesin naik.
  3. Jika Anda terpaksa menekan pedal gas cukup dalam, usahakan tidak lebih dari 80%. Manfaatkan gaya dorong mobil untuk melakukan percepatan saat Anda ingin melajukan mobil lebih cepat;
  4. Gunakan gigi yang paling tinggi ketika Anda sedang melaju cepat di jalan tol. Dengan begitu, putaran mesin pun akan tetap rendah, dan pemakaian bahan bakar pun bisa lebih dihemat;
  5. Jika Anda sedang melaju di jalur yang cukup lowong, misalnya di jalan tol, usahakan kecepatan mobil berada di sekitar 70 km/jam. Ini adalah kecepatan yang paling pas dan terhitung ekonomis. Jika Anda melebihi kecepatan tersebut, putaran mesin akan meninggi, dan konsumsi bahan bakar akan semakin boros;

Jumat, Mei 16, 2008

Radiasi Far Infra Red Mempercepat Pembuatan Sayuran Kering

Sayuran kering wortel (kiri) dan jamur (kanan) hasil pengeringan dengan teknologi far infra red (FIR). Perubahan gaya hidup masa kini yang ingin serba cepat mempengaruhi pola makan atau kebutuhan pangan. Karena itu, makanan instant termasuk tambahannya berupa sayuran kering berkembang sangat pesat untuk memenuhi kebutuhan orang modern yang sibuk. Banyak cara menghasilkan sayuran kering, namun pengeringan dengan radiasi far infra red mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi dan prosesnya efisien.

Sayuran kering mempunyai beberapa kelebihan yaitu bentuknya menjadi ringkas sehingga mudah dan ringan dalam pengangkutan, proses pengeringannya tidak rumit, dan bernilai ekonomi tinggi. Namun, pemanasan akan membuat sayuran kehilangan banyak kandungan zat gizi. Oleh karena itu, diperlukan teknologi yang dapat menekan kerusakan zat gizi dan komponen penting lainnya selama proses pengeringan. Pembuatan sayuran kering umumnya dilakukan melalui pengeringan secara konveksi dan konduksi, antara lain melalui vacuum, microwave, dan konveksi panas lainnya. Teknologi pengeringan secara konveksi bebas dengan energi matahari menghasilkan sayuran kering yang kurang baik meskipun biayanya murah. Demikian pula pengeringan secara konveksi paksa dan konduksi, selain memerlukan waktu dan biaya relatif tinggi, juga sangat rentan terhadap timbulnya kerusakan atau perubahan nutrisi dan vitamin. Untuk itu, teknologi radiasi far infra red (FIR) dapat menjadi pilihan.

Sayuran dengan teknologi far infra red (FIR). Menerapkan komponen wire mesh conveyor berjalan dan radiator FIR dengan bahan bakar liquid petroleum gas (LPG). Unit proses pengeringan dengan FIR mempunyai panjang 326 cm, lebar 55 cm dan tebal 130 cm, dengan konsumsi bahan bakar 0,5 kg/jam dan kapasitas input 5 kg/jam.

Keunggulan Teknologi FIR. Teknologi radiasi FIR dite-mukan oleh seorang ahli Je-pang, Hashimoto, disebutkan memiliki panjang gelombang 25 - 1.000 µm atau mendekati gelombang microwave. Proses pengeringan dengan teknologi FIR sangat efisien karena panas radiasi langsung menembus bagian dalam molekul dan me-mutus ikatan molekul air pada molekul bahan tanpa melalui media perantara (udara) seperti halnya pada proses konveksi dan konduksi. Dengan FIR, sayuran instan yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi dengan proses yang efisien di-banding pengeringan secara konveksi dan konduksi.

Untuk menghasilkan sayuran kering, bahan dibersihkan, dicuci, dipotong tipis, diblanching, dan kemudian dikeringkan. Blanching adalah proses pencelupan cepat sayuran dalam air pada suhu tertentu untuk menonaktifkan enzim penyebab pencokelatan. Dari percobaan di labora-torium dengan menggunakan lima jenis sayuran yaitu wortel, bayam, seledri, brokoli, dan jamur, didapatkan bahwa lama pengeringan berkisar antara 9-20 menit, bergantung pada bahan-nya. Hasil sayuran kering mem-punyai kadar air 8 - 12%.

Kualitas Sayuran Kering Hasil FIR Lebih Tinggi Kandungan vitamin sayuran kering yang dihasilkan dengan teknologi FIR lebih tinggi. Kandungan vitamin A pada wortel yang dikeringkan dengan energi FIR lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan sinar matahari. Demikian pula untuk vitamin C, kandungannya pada sayuran ke-ring seledri, wortel, dan bayam hasil FIR juga sedikit lebih tinggi daripada yang dikeringkan melalui penjemuran. Apa yang ter-jadi pada rasa dan aroma? Untuk menilainya dilakukan uji kesukaan menggunakan sy-stem skor. Hasilnya menun-jukkan bahwa aroma, rasa, dan tekstur sayuran kering hasil FIR secara umum lebih baik daripada yang meng-gunakan sinar matahari, namun war-nanya kurang cerah. Teknologi FIR masih termasuk dalam kategori pekerjaan di bidang pendinginan dan tata udara karena sifatnya yang digunakan untuk pengawetan makanan.

WELCOME TO REFAC BLOG

Blognya orang-orang REFAC (Refrigerasi & Air Conditioning)

refac

refac
refac aplication